Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hingga saat ini masih menunjukkan penurunan yang signifikan. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia yang mengalami fluktuasi.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko mengungkapkan dalam sebuah konferensi pers secara virtual pada hari Selasa (4/8/2026) bahwa, ‘Kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia secara year to date masih mencatatkan pelemahan sejalan dengan IHSG.’ Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pasar saham syariah masih tertekan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Meski demikian, terdapat berita positif dari sektor keuangan syariah. Hernawan mencatat bahwa aset yang dikelola oleh reksadana syariah mengalami peningkatan sebesar 11,71% sepanjang tahun 2026. Selain itu, sukuk korporasi juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, yakni sebesar 7,86% hingga saat ini.
Pada aspek pembiayaan, perbankan syariah mencatat pertumbuhan sebesar 11,09% secara tahunan per Juni 2026, sementara piutang pembiayaan syariah tumbuh 9,14%. Namun, sektor asuransi syariah mengalami kontraksi, menandakan adanya tantangan dalam pengembangan produk asuransi berbasis syariah.
Untuk mendukung pengembangan keuangan syariah di Indonesia, OJK telah meluncurkan sejumlah inisiatif. Salah satunya adalah penyelenggaraan kuliah umum mengenai pasar modal syariah di Universitas Darussalam Gontor. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu 2026 yang diadakan di Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, OJK juga menyelenggarakan Sharia Financial Fair di Kota Banjarmasin pada tanggal 4 hingga 5 Juli 2026. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah serta memperdalam pemahaman mereka mengenai produk-produk tersebut.
Di samping itu, pertemuan pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah tahun 2026 diadakan pada 20 Juli 2026 untuk membahas implementasi program literasi dan inklusi keuangan syariah serta usulan pengembangannya ke depan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.
OJK juga menggelar Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) tahun 2026 sebagai bagian dari program Gencarkan. Pendaftaran untuk peserta telah dibuka sejak 1 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 14 Agustus 2026 secara daring melalui laman resmi ISFO.
Dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi daerah, OJK terus memperkuat implementasi program pengembangan ekonomi daerah dengan membangun ekosistem pembiayaan yang terintegrasi. Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis di daerah guna meningkatkan keunggulan daerah masing-masing.
