Saat ini, semua partai demokratis di Jerman sepakat bahwa kerjasama dengan partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) masih tidak mungkin dilakukan. Namun, ketidakpastian mengenai hal ini semakin meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir, partai-partai yang sudah mapan kesulitan menghentikan lonjakan dukungan terhadap AfD dalam survei.
Survei terbaru dari ARD-Deutschlandtrend yang dilakukan oleh infratest-dimap menunjukkan hasil yang signifikan. Dari 1.300 pemilih yang memenuhi syarat, 28% menyatakan akan memilih AfD jika pemilu federal diadakan minggu depan. Angka ini mencatat kenaikan satu poin persentase dan menjadi rekor tertinggi baru bagi AfD dalam survei bulanan.
Di sisi lain, partai yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz, yaitu Partai Uni Demokrat Kristen (CDU) dan mitranya di Bavaria, Partai Uni Sosial Kristen (CSU), mengalami penurunan kecil dibandingkan dengan survei sebelumnya di awal Juli. Sementara itu, semua partai lainnya cenderung mempertahankan tingkat dukungan yang sama.
Menariknya, mayoritas pemilih mendukung ide untuk menjalin hubungan dengan AfD. Pada bulan September, pemilihan umum akan berlangsung di dua negara bagian penting di Jerman Timur: Saxony-Anhalt dan Mecklenburg-Western Pomerania, di mana AfD memimpin dalam survei. Di Saxony-Anhalt, AfD mencatat dukungan sebesar 41%, dan mereka mungkin dapat memerintah sendiri jika Partai Sosial Demokrat (SPD) gagal mencapai ambang batas 5% untuk perwakilan di parlemen.
Namun, hanya 37% pemilih di seluruh Jerman yang menolak segala bentuk kerjasama dengan populis sayap kanan, sementara 32% percaya keputusan tersebut harus diambil secara kasus per kasus. Sebanyak 27% secara umum mendukung kerjasama dengan AfD, mayoritas dari mereka adalah pendukung AfD.
Hal yang menarik dalam survei ini adalah perbedaan pandangan antara Jerman Timur dan Barat. AfD memiliki basis dukungan yang kuat di Timur, di mana lebih banyak orang bersedia menerima partai tersebut tanpa syarat: 38% ingin memperlakukan AfD seperti partai politik lainnya. Angka ini sebanding dengan tingkat dukungan untuk populis sayap kanan di Jerman Timur yang sebelumnya sosialisme (GDR).
Banyak pendukung AfD merasa terpinggirkan. Sekitar 43% responden mengatakan mereka merasa terpinggirkan secara konstan, sedangkan angka tersebut melonjak menjadi 70% ketika ditanyakan kepada pendukung AfD. Beberapa minggu terakhir dalam politik Jerman ditandai dengan perdebatan panas mengenai reformasi yang diusulkan dan penggantian kabinet yang cukup kacau. Sebelum hal ini, tingkat persetujuan terhadap kebijakan Kanselir Merz sudah tidak tinggi; kini hanya 12% yang percaya bahwa penunjukan kabinet baru akan menghasilkan kebijakan yang lebih baik.
Serangan teroris terbaru di Jerman juga berdampak signifikan terhadap pandangan masyarakat. Pada 25 Juli, seorang pemuda Islamis dari Berlin mengemudikan mobil sewaan ke kerumunan saat perayaan Pride Berlin, menewaskan satu wanita dan melukai 31 orang lainnya. Keesokan harinya, polisi menembak mati pelaku yang melarikan diri setelah melakukan serangan tersebut. Peristiwa mengerikan ini kembali menyoroti kerentanan Jerman terhadap serangan teroris.
Satu pertiga dari semua responden menyatakan sangat khawatir mereka dapat menjadi korban terorisme. Saat ini, 70% melihat terorisme Islamis sebagai ancaman terbesar, sementara di akhir dekade lalu, terorisme ekstremisme sayap kanan masih dianggap sebagai ancaman terbesar oleh masyarakat Jerman.
